“Hebat euy, kamu bisa jadi karyawan perusahaan ……!!!” , kata Adun pada temannya, Usep.
“Iya dong, Usep gituh loh. Gue kan sarjana, IP gue aja cumlude”, kata Usep agul.
“Lah, tapi hari ini kenapa luh nggak kerja?” tanya Adun lagi.
“Gue lagi males, Dun. Yang penting mah kerjaan gue beres”, jawab Usep enteng.
Kira-kira apa ada yang seperti Usep ini? Sehebat itukah Usep? benarkah dia Hebat?
Menurut penilaian dirinya mungkin, tapi menurut penilaian yang lain belum tentu. Anda pasti sudah tahu itu. Hebat kata siapa dulu… Saya masih ingat sebuah perkataan bijak “Kita menilai diri kita dari apa yang kita rasakan, orang lain menilai kita dari apa yang kita lakukan”.
Jika Anda bukan seorang pengusaha, seorang profesional, atau mungkin seorang karyawan seperti saya. Majunya Sebuah perusahaan atau lembaga tidak semata karena hebatnya seorang pimpinan. Bagaimana jika karyawannya seperti Usep semua? Atau minimal 50% seperti Usep, apa yang akan terjadi kira-kira pada perusahaan tersebut? Kita bisa menduga, walaupun hanya sebatas dugaan tapi seperti itulah kira-kira “apa yang ada di benak Anda”.
Saya yakin Anda sudah tahu, kalau karyawan yang hebat itu tidak hanya pada taraf pendidikannya, atau kemampuannya saja, tapi lebih utamanya adalah pada mentalitas kerja-nya. Pendidikannya bagus, kemampuannya ok, tapi jika mentalitas kerjanya tidak ok, mungkinkankah perusahaannya maju dengan baik.
Lantas, apa mentalitas yang hebat itu? Bagaimana membangunnya?
Saya yakin Anda sudah tahu, bahkan mungkin lebih tahu dari saya. Kalau pun belum bisa cari dari beberapa tulisan pakar yang ada, atau lain laut (maksudnya- kali ) kita bicarakan. Yang lebih sulit dari sekedar mengetahui apa yang definisikan sebagai mentalitas yang baik, adalah bagaimana membiasakan ber-mentalitas yang baik itu sendiri.
Sekedar contoh, saya yakin semua orang tahu; kalau membuang sampah itu harus pada tempatnya, tidak susah, satu sampah itu tidak berat, buang sampah sembarangan itu dapat mencemari lingkungan, membuat pemandangan tidak sedap, tapi berapa banyak orang melakukannya dengan benar, “membuang sampah pada tempatnya ?”
Dah dulu ah, laper nih. Lain laut kita lanjut ngobrolnya.
Moga bermanfaat.